Respon Isu Aktual Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Selasa 28 Juli 2020

28
Jul

Respon Isu Aktual Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Selasa 28 Juli 2020

Pertama : Total kasus positif Covid-19 di Indonesia per tanggal 27 Juli yang sudah mencapai 100.303 kasus. Dengan jumlah tersebut, Indonesia bertengger di urutan 24 sebagai negara dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia, respon Ketua MPR RI:

  1. Mendorong pemerintah dan Komite Penanganan Covid-19 baik pusat maupun daerah mengambil langkah dan strategi yang serius dalam mengendalikan persebaran Covid-19 guna menekan angka penambahan Covid-19, juga meningkatkan upaya mengajak masyarakat untuk mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan di setiap area publik serta benar-benar menerapkan sanksi tegas bagi pelanggar protokol kesehatan, sebagai sanksi disiplin bagi pelanggar mengingat kepedulian masyarakat akan disiplin diri kunci untuk menekan angka penularan Covid-19.
  2. Mendorong pemerintah bersama Komite Penanganan Covid-19 meningkatkan kemampuan pemeriksaan spesimen Covid-19, terutama di daerah zona merah (tinggi penyebaran Covid-19) sebab semakin banyak spesimen yang diperiksa, maka semakin baik positivity rate sehingga pemerintah bisa dengan cepat menangani kasus-kasus baru.
  3. Mendorong pemerintah mempertimbangkan langkah-langkah yang tepat dalam mengatasi lonjakan penyebaran Covid-19, namun menjaga agar sektor sosial ekonomi tetap berjalan. mengingat penanganan Covid-19 harus sejalan dengan penanganan pertumbuhan ekonomi.
  4. Mendorong pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk tidak menurunkan kinerja dalam menangani pandemi Covid-19 ataupun melonggarkan kebijakan meskipun pada masa transisi kenormalan baru, sebab aura krisis kesehatan ini harus tetap digaungkan hingga vaksin tersedia dan bisa digunakan secara efektif.
  5. Mengimbau masyarakat untuk bersama-sama membantu pemerintah dalam mengendalikan serta menangani pandemi Covid-19 dengan mengontrol diri dan mengingatkan satu sama lain untuk peduli dan disiplin menerapkan protokol pencegahan Covid-19 maupun menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dengan begitu penularan dapat dikurangi ataupun dicegah.

Kedua : Masih rendahnya serapan anggaran stimulus penanganan Covid-19 dapat terlihat hingga 22 Juli anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 695 triliun dan baru terealisasi 19 persen atau sebesar Rp 136 triliun, respon Ketua MPR RI:

  1. Mendorong pemerintah bersama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tidak perlu ragu dalam menggunakan anggaran untuk membelanjakan keperluan penanganan dan penanggulangan Covid-19, seperti obat-obatan, kebutuhan APD bagi tenaga medis, face shield, masker, hand sanitizer, dan alat pendukung pelaksanaan protokol kesehatan, sehingga penyerapan anggaran hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
  2. Mendorong pemerintah merevisi regulasi atau kebijakan yang menjadi penghambat serapan dana Covid-19, sehingga seluruh hambatan dalam percepatan pencairan anggaran dapat segera teratasi.
  3. Mendorong Komite Penanganan Covid-19 dan PEN untuk meningkatkan upaya penanggulangan Covid-19 dan upaya perlindungan sosial serta fokus pada pemulihan ekonomi ditengah pandemi Covid-19 seperti fokus pada peningkatan ekspor, perluasan penerimaan pajak dan cukai hingga mendorong kegiatan ekonomi di sektor usaha kecil, mikro dan sektor lainnya.

Ketiga : Pandemi covid-19 yang membuat nasib nelayan dan petani semakin terimpit karena pendapatan yang merosot dan juga berbagai kendala operasionalisasi, respon Ketua MPR RI:

  1. Mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan/KKP dan Kementerian Pertanian/Kementan, untuk mengutamakan pelaksanaan program utama yang strategis bagi nelayan dan petani, dan juga memaksimalkan pemberian bantuan kepada nelayan dan petani, hingga ke nelayan dan petani kecil, dan tidak membebani nelayan dan petani dengan birokrasi dan prosedur yang rumit dalam pemberian bantuan tersebut.
  2. Mendorong pemerintah pusat, dalam hal ini KKP bersama pemerintah daerah/Pemda, untuk dapat meringankan beban dan mempermudah operasional nelayan, seperti pemberian izin melaut dan pemberian BBM bersubsidi agar kapal mereka dapat beroperasional dengan lancar.
  3. Mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementan, dapat membantu mengembangkan koperasi petani agar dapat berfungsi maksimal sebagai lembaga sosial ekonomi untuk konsolidasi petani perseorangan dalam melakukan pemasaran hasil tani, yang akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan bagi petani.
  4. Mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementan, dapat meningkatkan daya petani dalam rantai pasok komoditas pangan dan pertanian dari hulu ke hilir.
  5. Mendorong pemerintah, dalam hal ini KKP, agar dapat memastikan data nelayan melalui kepemilikan kartu nelayan Kusuka, dapat tepat sasaran dan menjangkau seluruh nelayan di tanah air.

Keempat : Stunting atau tengkes menjadi ancaman bagi daya saing bangsa Indonesia, karena bagi anak yang terkena stunting dapat berisiko memiliki kemampuan kognitif rendah dan dapat berisiko menderita berbagai macam penyakit ketika dewasa, respon Ketua MPR RI:

  1. Mendorong pemerintah fokus dan berkomitmen dalam program prioritas strategis pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, yaitu berupa program proyek percepatan penurunan kematian ibu dan stunting.
  2. Mendorong pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi nasional, dan melakukan intervensi lintas sektor yang terintegrasi di tingkat pusat dan daerah, guna menekan angka stunting di Indonesia.
  3. Mengimbau orang tua memperhatikan pemberian gizi dalam proses tumbuh kembang otak anak, dikarenakan kecukupan gizi anak sejak dini dapat berpengaruh pada kemampuan kognitif dan kondisi kesehatan anak di masa mendatang.

Terimakasih.

Leave a Reply